Jumat, 29 Januari 2010

Happiness Only Real When Shared..

Happiness Only Real When Shared....



Kebetulan kata-kata ini menjadi judul Blog saya. Kata-kata ini saya kutip dari seorang tokoh bernama Christoper James McCandless. Memang terdengar agak asing bagi orang-orang awam, tapi bagi yang pernah menonton film Into The Wild pasti tahu siapa Chris McCandless itu. Dia adalah seorang pemuda dengan idealis yang tinggi, melakukan perjalanan dari kota Atlanta,Georgia menuju ke Alaska yang hanya bermodalkan tas besar berisi keperluan pribadinya tanpa uang, dan Id card. Pemuda idealis ini memilih jalan hidup ekstrim disebabkan oleh rasa benci terhadap perbedaan status sosial dimana antara yang kaya dan yang miskin sangat jauh sekali, ditambah latar belakang keluarganya yang tidak begitu bagus. Mempunyai ayah yang berwatak keras membuat Chris menjadi seorang pemberontak.



Dalam perjalanannya Chris menggunakan nama samaran yaitu Alexander Supertramp agar keberadaannya tidak bisa dilacak oleh keluarganya. Sampai pada suatu waktu dia bertemu dengan Wayne si pemilik ladang gandum. Chris bekerja di ladang tersebut sambil belajar dari Jim bagaimana cara bisa bertahan melawan cuaca dingin di Alaska. Setelah beberapa saat bekerja di tempat Wayne, Chris benar- benar memutuskan untuk melakukan perjalanan seorang diri menuju Alaska. Dengan berbekal senapan untuk berburu, dan beberapa buku tentang ensiklopedi tumbuh-tumbuhan dia memulai petualangannya di Alaska. Ada hal lucu yang terjadi di Alaska, Chris menemukan sebuah Bus sekolah yang tidak tahu darimana asal-usulnya, dan di dalam Bus itu pula dia menghabiskan hidupnya ( sampai meninggal ). Selama Chris tinggal di Alaska, tiap harinya dia menceritakan petualangannya ke dalam sebuah buku harian. Sampai pada suatu saat, bahan makanan Chris habis, dia pun mencoba mencari tumbuh2an liar yang dapat dimakan. Sialnya dia salah memakan satu tumbuhan yang mengakibatkan dia keracunan dan akhirnya meninggal dalam Bus tersebut. Sebelum meninggal, diceritakan Chris menulis sebuah kata yaitu “ Happiness Only Real When Shared “, disitu digambarkan pergumulan hatinya, ketika menyadari bahwa semua kebahagiaannya selama di Alaska hanya semu, tanpa kehadiran orang-orang yang didekatnya.



Saya benar-benar terinspirasi oleh kata-kata tersebut. Buat saya, berada di sekitar orang-orang yang kita sayang adalah suatu nilai yang sangat berharga . Apalagi bila saya bisa menularkan kebahagiaan ke mereka. Ketika saya sedang bahagia, saya akan lebih senang bila orang-orang di sekitar saya juga ikut berbahagia. Hal itu menjadi latar belakang, mengapa saya memberi judul Blog saya dengan kata-kata tersebut. Harapan saya, apa yang saya tulis dan postingkan di Blog ini bisa memberikan sebuah kebahagiaan atau perasaan senang bagi yang membaca.
Selamat membaca….

Selasa, 26 Januari 2010

My First Program

Akhirnya setelah belajar selama kurang lebih 1 bulan, bisa juga membuat program sederhana dengan menggunakan QBasic. QBasic adalah salah satu bahasa pemrograman BASIC yang dibuat oleh Microsoft Cooperation. QBasic ini juga implementasi dari ilmu Algoritma yang saya dapat. Memang program yang saya buat termasuk program yang sangat sederhana, tapi ada rasa kepuasan tersendiri karena Program ini adalah program pertama saya .


Saya membuat program Sistem Pengukuran Berat Badan. Di program tersebut terdapat 3 Menu utama yaitu : Pengukuran Berat Badan Secara Konvensional , Sistem Pengukuran Berat Badan berdasarkan BMI ( Body Mass Index) dan Diet menurut golongan darah. Untuk membuat program tersebut relatif sederhana, saya Cuma memakai Statement Kondisi “If..else..” dan memakai perulangan ” Do..while..” . Dengan sedikit bermain locate dan color akhirnya jadilah program tersebut. Mungkin letak ke-ribetannya ada pada pengaturan locate dan tulisan (terlebih pada skrip menu Diet menurut Golongan darah).






Buat yang tertarik untuk melihat program ini bisa di download lewat link yang ada di bawah.
http://rapidshare.com/files/341155552/PRGRMFIX.zip.html

Social Icons

Featured Posts