Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juni 2012

Surat Untuk Seseorang Di Masa Depan...

Untuk seseorang di masa depan...

Hai kamu..mungkin saja kita belum saling mengenal untuk sekarang ini. Atau bisa saja kamu
tidak jauh dari tempatku berada. Aku yakin kamu sedang dipersiapkan oleh-Nya untuk bertemu
denganku suatu saat nanti. Aku mungkin belum tahu namamu, seperti apa wajahmu,atau bagaimana
penampilan fisikmu. Tapi yang jelas seperti apa kamu nantinya, kamulah yang terbaik dari semua
wanita yang pernah kutemui.

Entah bagaimana sifatmu, baik atau buruk aku tidak ingin merubahmu. Karena dengan memilihmu
aku sudah menerimamu apa adanya, yang terpenting jadilah dirimu sendiri. Namun yang perlu kamu
ketahui ada beberapa sifatku yang mungkin akan sedikit mengganggumu. Aku memang orangnya
moody,terkadang moodku seperti rooller coaster. Masih agak sulit bagiku untuk mengontrolnya
maupun menyembunyikannya, tapi tenang..ketika moodku sedang jelek yang aku butuhkan cuma
semangat darimu atau hanya sekedar sebuah pelukan hangat dan bisikan lirih di telingaku
"everything's gonna be alright dear". Kalaupun kamu sedang malas untuk melakukan hal itu, kamu
cukup memberiku waktu untuk menenangkan diri. Yang jelas, ketika nanti aku terlihat marah
kepadamu, sebenarnya aku tidak benar-benar marah. Mungkin kamu juga akan kesal melihat
kebiasaanku merokok. Aku pun sebenarnya juga ingin menghentikan kebiasaan buruk ini, at least
aku akan berusaha mengurangi. Menghilangkan kebiasaan itu sedikit demi sedikit. Tetapi ketika
nanti aku tidak berhasil menghilangkannya, maka minimal aku tidak akan merokok di depanmu.
Namun jangan pernah memaksaku untuk berhenti, karena akan menjadi percuma usahamu. Karena
nantinya aku akan berbohong kepadamu, dan aku tau hal itu salah. Cukup ingatkan saja aku, biar
kesadaran itu tumbuh dengan sendirinya. Sungguh itu semua aku lakukan hanya untuk membuatmu
nyaman ketika bersamaku.

Aku paling tidak tega melihatmu menangis. Itu akan sangat membuatku panik. Namun aku akan
tetap disampingmu, mendengarkan semua keluh kesahmu, atau hanya sekedar memberikan sebuah
pelukan dengan harapan itu akan membuatmu jauh lebih baik. Bagiku kamu tetap yang tercantik.
Jadi kamu gak perlu panik ketika berat badanmu naik, atau celana jeans kamu mulai tidak muat
dipakai. Aku tidak mencari bidadari yang tanpa cela, karena aku punya peri kecil yang selalu
ada di sampingku, yaitu kamu.

Untuk saat ini aku mungkin tidak punya materi yang berlebih. Maka ketika suatu saat aku
memberimu sebuah kejutan berupa barang, walaupun barang itu mungkin terlihat biasa untukmu,
yang perlu kamu tahu adalah barang tersebut adalah barang yang berharga bagiku. Kalaupun kamu
tidak menyukainya, paling tidak kamu mau menyimpannya untukku. Aku hanya punya sebuah sepeda
motor, yang mungkin tidak bisa melindungimu dari panas matahari maupun terpaan air hujan.
Namun dengan motor tersebut aku akan mengantarmu kemana saja ketika kamu ingin pergi ke suatu
tempat seberapapun itu jauhnya.

Jika aku sudah memilihmu, maka yakinlah, kamu adalah belahan hatiku..setidaknya itu yang aku
pikirkan nanti. Maka tolong, jangan khianati aku dengan lelaki lain, karena itu akan sangat
menyakitkan buatku...dan maaf mungkin aku akan meninggalkanmu untuk selamanya ketika hal itu
terjadi.

Saat aku menulis ini, aku memang masih sendiri. Aku sedang menikmati masa ini, karena aku
yakin ketika kita nanti bersama akan ada ribuan hari yang akan kita habiskan bersama. Aku akan
menemukanmu.


Salam sayang...lelakimu. :)


nb : tulisan yang sudah lama tersimpan di draft....






Senin, 04 Juni 2012

Beautiful Rain


I remember the shirt I was wearing. The way I was staring when I saw your face, And how I felt as unstable. And it only took a minute The love that had me in it and the fire began to burn.
I'd do anything that I gotta do, Just to be with you.
It's insane...Just to hold your hand In the pouring rain.


雨 - ame

Selasa, 27 Maret 2012

“Do not wait for leaders.. do it alone, person to person.”

Akhir-akhir ini marak sekali dengan pemberitaan demo tentang kenaikan harga BBM. Hampir di semua media televisi, cetak , maupun sosial media, orang beramai-ramai mengungkapkan pendapatnya mengenai hal tersebut. Saya jadi ikutan latah mengomentari lewat tulisan ini hehe.

Seperti diketahui pemerintah berencana menaikkan harga BBM khususnya BBM bersubsidi ( premium ). Kontan hal ini memancing reaksi yang sangat keras dikalangan masyarakat. Bayangan akan naiknya harga BBM dan kemungkinan diikuti naiknya harga sembako atau yang lainnya sudah sangat membuat masyarakat gerah. Ditambah banyaknya kasus korupsi yang terkuak akhir-akhir ini di tubuh pemerintahan, semakin membuat kekesalan masyarakat meningkat. Ya..semua terakumulasi begitu saja, sehingga mereka sepakat turun ke jalan untuk menuntut para elit tersebut.

Pemerintah memang perlu diberi shock terapi dengan mengkritisi setiap kebijakan yang tidak berpihak kepada nasib orang-orang kecil. Tapi untuk masalah kenaikan BBM kali ini, sepertinya tidak bisa kita hindari. Harga minyak dunia yang naik, dan secara tidak sadar saya ataupun anda yang membaca tulisan ini pun juga menjadi penyebab pemerintah mengambil kebijakan tersebut. Ya saya sendiri termasuk pelakunya. Kita ketahui BBM bersubsidi ( premium ) itu memang ditujukan untuk orang yang (maaf) miskin. Atau bisa juga ditujukan untuk para petani dan nelayan yang jelas-jelas pekerjaan mereka bergantung pada BBM. Namun secara sadar / tidak sadar kita "merampas" subsidi tersebut. Pemerintah sendiri sudah menganjurkan untuk memakai bahan bakar non subsidi ( pertamax ), bahkan di SPBU sudah terpampang tulisan "Bahan Bakar bersubsidi hanya untuk orang miskin" . Pertanyaannya, sudahkah saya atau kita mentaati kebijakan tersebut?. Saya?..TIDAK!!.  Saya memang tidak paham dengan dunia ekonomi semacam itu, namun saya yakin kalau mungkin saja kita (orang menengah) mentaati kebijakan tersebut dengan membeli pertamax, harga premium tidak akan naik. Saya sebenernya malu juga kalau ikut berkomentar, malu terhadap para petani, nelayan, atau para buruh yang berjuang menyuarakan aspirasinya itu. Sebenarnya kita itu mampu membelinya, tapi kenapa kita merampas hak mereka. Ya karena kita itu gak peduli sama mereka.. EGOIS.

Apa mau dikata, sepertinya kebijakan kenaikan BBM ini tinggal menunggu waktu saja untuk disahkan. Lalu apakah memang sudah terlambat buat kita?. Saya jadi teringat homili Romo Kristanto pada sebuah misa dan mungkin bisa menjadi langkah kecil kita untuk lebih peduli. Dalam homili tersebut Romo Kristanto mengatakan, rasanya kalau hanya bergantung pada bantuan pemerintah saja percuma. Terbukti jumlah wong cilik semakin banyak dan tingkat kesenjangan semakin besar. Lalu siapakah yang bertanggungjawab terhadap nasib wong cilik ini?. Romo Kristanto berkata, kalau pemerintah tidak bisa, kita harus mau membantu saudara-saudara kita ini. Gak perlu yang muluk-muluk. Bukankah kita mengenal apa itu sedekah?. Kita bisa berbagi kepada mereka lewat sedekah tersebut, dan saya yakin semua agama juga mengajarkan apa itu sedekah. Atau bisa juga bantuan-bantuan kecil lainnya,yang tentu saja banyak macamnya. If you can't feed a hundred people, feed just one. Paling tidak, kita tidak perlu mengharapkan bantuan kepada pemerintah kalau kita sendiri bisa membantunya..bukan bisa dink tapi mau. Kalau boleh mengutip kata-kata Mother Teresa : “Do not wait for leaders...do it alone, person to person.”


Kembali lagi, tulisan ini hanya sekedar untuk mengingatkan saya sendiri supaya lebih peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Tentu kita ini peduli kepada mereka yang kurang mampu bukan?.. Seberapa pun bantuannya semampu kita itu sudah sangat baik. Wanna make a change?..mari dimulai dari diri sendiri dulu. Dan Semoga hal ini juga bukan sebuah wacana saja.


Kamis, 05 Januari 2012

Kaya , Sukses, atau Kasih ??..

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.
Wanita itu berkata: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.
Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”
Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.
“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu.
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”. Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama sama”, kata pria itu hampir bersamaan.
“Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.
Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”
Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho… menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih Sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih Sayang.”
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih Sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih Sayang menjadi teman santap malam kita.”
Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih Sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”
Si Kasih Sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. “Aku hanya mengundang si Kasih Sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”
Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih Sayang, maka kemana pun Kasih Sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih Sayang, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.
Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih Sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”



 sumber

Kamis, 29 September 2011

Saya Hanya Tukang Jaga Warnet

Beberapa hari yang lalu saya mendapat telpon dari seseorang. Terdengar nada bicara yang sangat familiar di telinga saya. Ya..orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Pak Santoso. Bekas bos saya ketika saya bekerja di warnet dulu dan percakapan kami kurang lebih seperti ini..

P.Santoso : Apa kabar valen?..lagi sibuk apa sekarang?..
Saya : Baik pak..Saya lagi di kantor ini pak..gimana kabar Pak San & warnet??..
P.Santoso : Saya Baik-baik. Tapi warnet lagi butuh tenaga ini..Aku boleh minta bantuan,cariin orang gak?..
Saya : Lho, pongpong (nama teman saya) emang sudah keluar pak??..
P.Santoso : iya, sekarang rada ribet saya ngurusnya, warnet juga mulai sepi.
Saya : oww..ya besok kalau saya ada kenalan yang pengen kerja, saya suruh hubungi bapak langsung.
P.Santoso : oke valen, makasih ya..maaf merepotkan..sukses buat kamu.
Saya : iya pak trima kasih.


Percakapan singkat yang mengingatkan saya pada sebuah warnet kecil di samping Java Mall. Sekitar pertengahan tahun 2006 saya ditawari oleh seorang teman dekat untuk bekerja sebagai OP warnet. Kebetulan waktu itu saya memang lagi mencari pekerjaan sampingan. Akhirnya saya mencoba melamar ke tempat tersebut dan diterima sebagai OP pengganti. Jam kerja saya waktu itu masih tidak tentu, karena saya bekerja jika ada salah satu OP berhalangan masuk. Setelah kira-kira 6 bulan jadi pegawai tidak tetap, saya akhirnya diangkat jadi pegawai tetap di situ. Waktu itu tanggungjawab saya hanya sebagai Operator saja. Gak berapa lama berselang, teman saya (yang bertanggungjawab penuh) pun akhirnya keluar. Bos saya pun menunjuk saya untuk menggantikan posisinya. Awalnya ada rasa ragu karena saya harus bertanggungjawab atas warnet tersebut, dari masalah legal, perekrutan pegawai, administrasi warnet, dan juga menyangkut masalah teknis. Namun toh ya akhirnya saya terima juga tanggungjawab tersebut hingga kurang lebih 4 tahun saya bekerja di situ.

Pekerjaan operator warnet memang sering dipandang sebelah mata bagi banyak orang. Saya pun mengalaminya sendiri. Bagaimana tidak, menjadi operator warnet hanya membutuhkan syarat bisa browsing dan memahami masalah jejaring sosial seperti facebook, twitter, email, dsb. Gak perlu ijasah sarjana, gak perlu psikotes gambar2 atau menghitung deret angka kraeplin, asalkan bisa internetan sudah memenuhi syarat untuk menjadi Operator. Gak heran pekerjaan tersebut dipandang sebelah mata, dan menurut saya sah-sah saja orang-orang untuk menilai seperti itu.

Saya pada waktu itu juga gak terlalu memikirkan pendapat seperti itu... yang terpenting, saya bisa cari uang disitu dengan HALAL. Memang penghasilan sebagai operator warnet tidak seberapa dibanding pekerjaan yang lain, bahkan mungkin pendapatan para OP lebih kecil daripada polisi cepek (kalo dihitung harian). Bahkan dari segi gengsi, walaupun mungkin pendapatan OP warnet sendiri sama dengan orang bagian admin di kantoran, tetap saja ada yang memandang pekerjaan OP gak lebih baik dari OB. Apapun stigma tersebut, saya tetap bersyukur pernah merasakan bekerja sebagai OP warnet. Dengan gaji yang gak seberapa waktu itu, saya sudah lepas dari uang saku orang tua. Saya masih bisa beli pulsa sendiri. Saya masih mampu membeli kado & traktir makan pacar saya waktu itu (walaupun gak sering). Saya masih bisa nabung untuk tour ke beberapa kota seperti solo, jogja, jepara. Dan juga saya masih bisa menabung untuk studi saya. Saya lebih mensyukuri hal-hal tersebut daripada sekedar memikirkan pendapat orang tadi.

Banyak juga ilmu yang saya dapatkan waktu dulu bekerja menjadi OP. Satu-satunya kelebihan OP daripada pekerjaan lain adalah kita bisa seharian penuh browsing internet sepuasnya dan gratis. Pernah juga saya mendengar ada anekdot seperti ini : pekerjaan paling enak di dunia adalah OP warnet, karena bisa internetan gratis dan dibayar :)). Kita tau internet sendiri adalah jendela dunia. Kita bisa mendapatkan informasi apa saja hanya mengakses lewat search engine dan mengetikkan suatu kata kunci di situ...dan jreng.. sebuah gudang pengetahuan muncul di hadapan anda. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Jadi OP juga mengharuskan kita untuk selalu belajar,baik masalah pada software / hardware komputer maupun hal-hal yg baru di dunia maya. Bagaimana mungkin bila ada customer bertanya lalu OPnya cuma bengong gak tahu, jelas hal itu akan mengecewakan customer kita. Yang  jelas dulu waktu saya menjadi OP, prinsip saya, paling tidak saya harus lebih tahu dari customer saya.Dari warnet itu pula saya banyak mendapat teman-teman baru dan bahkan masih dekat sampai sekarang. Seperti mantan pelanggan tetap saya Nukkie, dari dia masih berseragam SMP sampe sekarang kuliah, kita masih berteman baik. Lalu ada juga salah satu penyiar,MC kondang,pengusaha sukses,dan motivator dari semarang :)),  Mas Reza yang saya kenal juga waktu saya bekerja di warnet tsb , dan masih banyak lagi teman2 yang lainnya.

Intinya buat temen-temen yang mungkin berprofesi sebagai OP warnet (dan kebetulan baca), gak perlu merasa minder selama pekerjaan kalian itu BAIK. Kalian tidak maling kok, kalian tidak korupsi uang rakyat, kalian bukan pengemis. Manfaatkan betul privilege kalian sebagai OP. Cari ilmu sebanyak-banyaknya lewat internet. Karena berhubungan langsung dengan customer, dekatlah dengan mereka..karena siapa tahu mereka adalah link kalian menuju pekerjaan yang lebih besar. Pekerjaan saya yang sekarang pun tidak lepas dari profesi saya yang lalu, masih berkutat dengan dunia komputer, software, hardware, dan jaringan internet. Dan apa yang saya dapatkan selama 4 tahun di warnet tersebut masih berguna sampai sekarang ini.

Teman..apapun pekerjaan kalian, selama pekerjaan itu halal dan baik, tekuni dan syukuri. Siapa tahu pekerjaan tersebut adalah pondasi kita untuk menuju pekerjaan yang lebih besar. Asalkan mau berkembang pasti Tuhan akan memberi jalan. Dan saya sendiri tidak pernah malu untuk mengatakan bahwa dulunya saya hanya tukang jaga warnet.

Salam..  :)

Senin, 26 September 2011

Menjadi Diri Sendiri

What if I say I'm not like the others?
(Keep you in the dark)
What if I say I'm not just another one of your plays?
(You know they all... pretend)
You're the pretender
What if I say that I'll never surrender?


Lirik di atas adalah penggalan lagu dari Foo Fighters yang berjudul The Pretender. Yapp...seperti judul lagu tersebut, cukup banyak orang yang ingin menjadi seperti pribadi orang lain...termasuk juga saya.. :)

"wah aku pengen bergaya kaya Irfan Bachdim, biar digilai cewek-cewek.."
"wah aku pengen seperti Syahrini, biar terkenal..kan alhamdulilah yah.."
"wah aku pengen seperti Dian Sastro, biar terlihat sempurna di mata cowok-cowok."

dan lain-lain...

Sebenernya manusiawi sih dan sah-sah saja..

Saya cuman mau berbagi cerita tentang bagaimana rasanya menjadi orang lain itu dan dalam hal ini saya mencontohkan ke diri sendiri.
Pada saat tertentu, Saya ingin sekali menjadi seperti seorang kawan saya. Tiap permasalahan ditanggapi dengan "elegan". Mau disakiti atau dihina seperti apa juga dia lebih memakai pikirannya saja. Seolah-olah hanya mampir ke pikirannya lalu masa bodoh dengan hal tersebut.  Saya pikir hal tersebut bisa saya tiru,syukur-syukur saya juga bisa menjadi orang yang cuek seperti dia.

Keinginan saya tersebut secara tidak langsung telah mengaburkan dan membingungkan saya sendiri. Terlalu banyak imitasi yang saya gunakan sehingga saya tidak tahu apa yg sebenernya saya mau dan inginkan karena terpaku dengan image kawan saya tadi. Hingga pada suatu saat, saya melakukan sebuah hal bodoh karena tidak berani menjadi diri sendiri.

Jujur, sebenarnya sangat menyiksa menjadi orang lain itu. Malah kadang kita terlalu memaksa diri kita agar dapat menjadi orang lain tsb. Apalagi kalau pada akhirnya cara yang digunakan orang lain tersebut (sebenarnya) bertentangan dengan pribadi kita. Ada perasaan tidak nyaman karena hal tersebut. Lain halnya kalau kita menjadikan orang lain tersebut sebagai inspirasi / motivator terhadap diri sendiri.

Berusaha menjadi orang lain hanya membuat kita gagal untuk menjadi yang terbaik menurut versi diri sendiri. Kita sebenarnya punya cara tersendiri dalam menyikapi / memandang sesuatu. Entah menurut orang lain cara kita itu aneh, yang terpenting itu yang terbaik buat kita.

Saya berpikir, kalo bisa jadi yang terbaik menurut versi diri sendiri lalu buat apa menjadi orang lain??..Menjadi diri sendiri juga melatih kita untuk bersikap jujur, dan sejauh yang saya tahu kejujuran itu baik adanya..dan sekarang pun saya masih belajar untuk lebih berani menjadi diri sendiri.
The Best of ourselves is always good enough for this life.



"God gave you shoes to fit you..so put em on and wear em.."

Jumat, 23 September 2011

Are You In Love With Someone??..

Ketika kamu sedang bersama dengan seseorang, kamu berpura-pura mengabaikan orang itu. Tapi ketika dia tidak ada, kamu mungkin melihat sekitar untuk mencarinya. Pada saat itu kamu sedang jatuh cinta..

Meskipun ada orang lain yang selalu membuatmu tertawa, mata dan perhatianmu mungkin hanya untuk seseorang. Pada saat itu kamu sedang jatuh cinta.

Jika kamu jauh lebih bersemangat untuk satu pesan singkat dari seseorang daripada banyak pesan yg dikirimkan orang lain. Pada saat itu kamu sedang jatuh cinta.

Ketika kamu tidak bisa menghapus semua pesan yang ada di inbox hanya karena satu pesan dari seseorang. Pada saat itu kamu sedang jatuh cinta.

Ketika kamu mempunyai 2 tiket untuk menonton bioskop, dan anda tidak ragu memikirkan seseorang yg spesial. Pada saat itu kamu sedang jatuh cinta.

Kamu terus berkata pada diri sendiri " dia hanyalah seorang teman.." tetapi kamu tidak bisa menghindari daya tarik khusus orang itu. Pada saat itu kamu sedang jatuh cinta.

Ketika kamu membaca tulisan ini, jika seseorang muncul dalam pikiranmu...maka kamu sedang jatuh cinta dengan orang itu. :)





Tulisan lama yang saya temukan lagi di inbox email. Tulisan ini pula yang meyakinkan perasaan saya dulu terhadap seseorang.. :)

Senin, 04 Juli 2011

Dalam keheningan..

Mencintai seseorang bukan hal yang mudah.

Bagi sebagian orang, termasuk saya tentunya, mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan.

Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani.
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal meski semuanya menjadi abnormal.
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.
Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.
Lelah ketika pikiran menjadi risau oleh harapan yang tidak pasti.
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan “halo,lagi apa?…”
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..

Lelah dan lelah dan lelah..

Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih..

Diam menunggu sang waktu memberi sebuah moment.
Diam untuk mencatat segala yang terjadi.
Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal.
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil.
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya “apakah aku cukup pantas?”
Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam.
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah..

Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona tetap mengalir..

Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan,

lebih banyak rasa risau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir yang lebih logis.

Risau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelibat pandangan.
Risau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka.
Risau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan
Risau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi
Risau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi
Risau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak bodoh.

Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh?

Dalam kelelahan, diam dan risau yang saya rasakan selama ini, ada rasa syukur atas berkat dari Sang Pencipta atas apa yang saya alami.

Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal
Syukur ketika rasa risau merajalela tak terbendung.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan “Aku mencintaimu”
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebuah senyum.

Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa menjadi pilihan yang paling pantas.

Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut, akan menjadi lebih bermakna,

Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Pencipta..

Bahwa mencintai seseorang itu seperti memanggul sebuah salib.
Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.
Bahwa saya juga bukan manusia super..
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari.
Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat.
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai..
Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang..
Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa..
Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar..
Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup..

Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima,

Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.

Sebuah Zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya.

Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat segalanya menjadi mungkin.
Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan
Dimana saya tidak berani untuk mengatakan “Aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya, hanya untuk kita berdua saja”
Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki,

Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.

Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.

Semoga saya bisa.

Dan hingga hari ini, saya masih mencintainya

Saya sadar hal itu akan memberi rasa perih yg teramat dalam

Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya.

Saya sadar ini adalah sebuah salib yang harus saya pikul.

Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan

Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN yang teramat dalam.

Dari saya yang akan selalu mencintaimu dalam diam.

Jumat, 01 Juli 2011

Bersiap untuk hal yang tak terduga.

Berharap sesuatu yang tidak diharapkan..terdengar aneh ya?..


Dalam hidup, kita pasti mempunyai rencana. Saya adalah seseorang yang suka membuat rencana, tetapi kerap kali juga dihadapkan pada kenyataan bahwa rencana saya tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Terkadang saya tidak siap untuk sesuatu hal yang tak terduga tersebut. Ketika sudah memulai untuk membangun pondasi sebuah rumah, ada sesuatu hal tak terduga yang menghancurkannya. Rancangan rumah seindah apa pun bisa buyar. Sedih sekali rasanya....

Saya belajar untuk berusaha sabar dan menerima kalau ternyata rencana saya berbeda dengan rencana-Nya. Apalagi, ketika kehidupan membawa kita ke arah yang kurang menyenangkan. Sakit, kesedihan, kecemasan, tiba-tiba menghantui hidup kita saat itu, apa yang harus dilakukan?.
Sepertinya tidak ada cara lain selain berserah kepada-Nya. Karena Dia yang tahu apa yang terbaik untuk diri kita. Saya tidak menyangkal pada kenyataannya ketika dihadapkan pada hal yang tidak diinginkan, sebagai manusia terkadang tidak sanggup atau tidak cukup kuat untuk menghadapinya. Perasaan marah, kecewa, sedih dan terkadang kita mempertanyakan apa maksud-Nya memberikan semua beban tersebut. Menjadi rendah hati dan menerima segala rencana-Nya memang tidaklah mudah, akan tetapi mau tidak mau kita harus bisa menerimanya dan ikut dalam semua perencanaan-Nya.

Kita mungkin sekali merasa kecewa, marah, merasa dipermainkan ketika menghadapi hal-hal tak terduga tersebut.  Karena tidak ada seorang pun di dunia ini merencanakan kesedihan, kedukaan, dan kegagalan dalam hidupnya. Tetapi manakala hal itu terjadi, selalu ada nilai positif dibalik peristiwa tersebut. Sekarang tantangannya, bisakah kita melihat hal-hal positif dari semua hal yang seolah negatif itu?..sulit memang..

Ada suatu hal yang pasti , dalam segala hal yang terjadi di dunia ini, Tuhan selalu membimbing kita. Saya menulis ini bukan berarti saya lebih berpengalaman menghadapi hal-hal tak terduga tersebut, melainkan sebagai pengingat saya kelak. Ketika saat itu tiba, semoga saya tetap ingat bahwa Dia mempunyai rencana yang lebih baik daripada saya. Walaupun sulit, walaupun kita akan menangis dalam kesedihan dan keputusasaan, semoga kita tidak berhenti percaya bahwa semua akan indah pada waktunya, dan segalanya juga akan indah dalam rancangan-Nya.

Aku tak pernah tahu apa rencana-Mu ya Tuhan..tetapi aku yakin itulah yang terbaik untukku.
Tuhan memberkati.

Selasa, 28 Juni 2011

You just can't do it!!..

 I don't know what we are. Sometimes I feel we're friends, sometimes I feel like a more than friends, but sometimes I feel like I'm just stranger to you.

The most things that I hate so much is you can see me right here, starring at you and talking too much about something that I hate so.
But you've not understand yet what I've done to you about these days. But I guess, it's more than not understand yet.

You just can't do it!!!...

Someday when you begin to miss me, just remember that I'm leaving because you never asked  me to stay.

Sabtu, 25 Juni 2011

Kebutuhan Pribadi

Banyak pasangan yang gagal mempertahankan hubungannya hanya karena soal sepele: pasangannya tidak sempurna. Padahal, kalau (misalnya) sang pria sempurna, apa lagi yang dapat wanita  lakukan? Di sinilah pangkal dari masalah tersebut, memandang pacaran atau pernikahan sebagai kebutuhan sosial, bukan pribadi, hanya lifestyle yang bisa dipamerkan dan menolak ketaksempurnaan.

Nobody’s perfect, tak ada orang yang sempurna. Ungkapan itu bukan hanya digunakan sebagai pepatah dalam iklan kosmetik atau judul lagu, melainkan harus dapat menjadi pandangan hidup untuk memahami kelemahan orang lain. Termasuk calon pasangan hidup.
Arti maupun realitas ungkapan nobody’s perfect ini sangat tepat untuk mengingatkan setiap manusia agar selalu bersikap wajar, apa adanya, dan menerima orang lain seadanya. Pepatah itu sangat berarti untuk menggambarkan bahwa tak ada manusia di muka bumi ini yang diciptakan sempurna. Begitu juga untuk urusan cinta.

Misalkan saja dalam memilih pasangan. Kebanyakan dari kita terlalu tinggi menetapkan kriteria calon pasangan maupun pendamping hidup. Hal utama yang harus dilihat baik-baik justru diri sendiri. Sudah seperti apa diri kita sekarang? Makin baikkah? Atau malah kian tak karuan?. Jangan menuntut orang lain sempurna jika kita tak dapat menyempurnakan diri sendiri. Misalnya saja ada seorang wanita yang menyukai seorang pemuda, tapi karena faktor fisik –yaitu ia tak tampan dan kaya, seperti pencitraan lelaki dalam sinetron, lalu usahanya untuk berkenalan atau menumbuhkan kasih sayang, dihindari bahkan ditolak. Sekarang ini banyak dari kita yang berusaha mendapatkan pasangan dengan tingkat intelejensia maupun materinya tak terpaut terlalu jauh. Memang wajar jika semua pihak menginginkan yang terbaik untuk mereka, apalagi untuk masa depan. Wajar saja jika selektif memilih pasangan, malah wajib dilakukan agar tak salah pilih dan menyesal di kemudian hari. Setiap orang pasti menginginkan pasangannya mempunyai penampilan fisik bagus, wajah yang tampan, bentuk badan atletis dan kaya. Tapi tanyakan dalam hati, apakah dia benar-benar kriteria pasanganmu? Jika hatimu menginginkan orang yang biasa saja, bersahaja, dan merasa lebih nyaman dengan itu, kenapa harus memaksakan diri dengan hal-hal seperti itu? Memiliki pacar, kekasih, suami atau istri, adalah kebutuhan pribadi, bukan kebutuhan sosial, yang menyangkut gaya hidup. Karena kebutuhan pribadi, kita lah yang paling tahu siapa yang kita inginkan. Bukan orang lain, orang tua atau teman-tetangga kita.





Intinya...semua itu dapat dikembalikan ke pertanyaan pertama: tanyakanlah pada hati kecil kita, karena hati kita lah hakim yang paling baik.

Jumat, 29 Januari 2010

Happiness Only Real When Shared..

Happiness Only Real When Shared....



Kebetulan kata-kata ini menjadi judul Blog saya. Kata-kata ini saya kutip dari seorang tokoh bernama Christoper James McCandless. Memang terdengar agak asing bagi orang-orang awam, tapi bagi yang pernah menonton film Into The Wild pasti tahu siapa Chris McCandless itu. Dia adalah seorang pemuda dengan idealis yang tinggi, melakukan perjalanan dari kota Atlanta,Georgia menuju ke Alaska yang hanya bermodalkan tas besar berisi keperluan pribadinya tanpa uang, dan Id card. Pemuda idealis ini memilih jalan hidup ekstrim disebabkan oleh rasa benci terhadap perbedaan status sosial dimana antara yang kaya dan yang miskin sangat jauh sekali, ditambah latar belakang keluarganya yang tidak begitu bagus. Mempunyai ayah yang berwatak keras membuat Chris menjadi seorang pemberontak.



Dalam perjalanannya Chris menggunakan nama samaran yaitu Alexander Supertramp agar keberadaannya tidak bisa dilacak oleh keluarganya. Sampai pada suatu waktu dia bertemu dengan Wayne si pemilik ladang gandum. Chris bekerja di ladang tersebut sambil belajar dari Jim bagaimana cara bisa bertahan melawan cuaca dingin di Alaska. Setelah beberapa saat bekerja di tempat Wayne, Chris benar- benar memutuskan untuk melakukan perjalanan seorang diri menuju Alaska. Dengan berbekal senapan untuk berburu, dan beberapa buku tentang ensiklopedi tumbuh-tumbuhan dia memulai petualangannya di Alaska. Ada hal lucu yang terjadi di Alaska, Chris menemukan sebuah Bus sekolah yang tidak tahu darimana asal-usulnya, dan di dalam Bus itu pula dia menghabiskan hidupnya ( sampai meninggal ). Selama Chris tinggal di Alaska, tiap harinya dia menceritakan petualangannya ke dalam sebuah buku harian. Sampai pada suatu saat, bahan makanan Chris habis, dia pun mencoba mencari tumbuh2an liar yang dapat dimakan. Sialnya dia salah memakan satu tumbuhan yang mengakibatkan dia keracunan dan akhirnya meninggal dalam Bus tersebut. Sebelum meninggal, diceritakan Chris menulis sebuah kata yaitu “ Happiness Only Real When Shared “, disitu digambarkan pergumulan hatinya, ketika menyadari bahwa semua kebahagiaannya selama di Alaska hanya semu, tanpa kehadiran orang-orang yang didekatnya.



Saya benar-benar terinspirasi oleh kata-kata tersebut. Buat saya, berada di sekitar orang-orang yang kita sayang adalah suatu nilai yang sangat berharga . Apalagi bila saya bisa menularkan kebahagiaan ke mereka. Ketika saya sedang bahagia, saya akan lebih senang bila orang-orang di sekitar saya juga ikut berbahagia. Hal itu menjadi latar belakang, mengapa saya memberi judul Blog saya dengan kata-kata tersebut. Harapan saya, apa yang saya tulis dan postingkan di Blog ini bisa memberikan sebuah kebahagiaan atau perasaan senang bagi yang membaca.
Selamat membaca….

Social Icons

Featured Posts