Pagi itu tanggal 1 November 2011. Seperti biasa sebelum memulai bekerja, saya selalu mantengin timeline twitter, sambil nyampah disitu. Kemudian ada hal menarik yang muncul di timeline saya.... jadwal laga timnas sepakbola Sea Games. Awalnya saya mengira cabang sepakbola akan dimainkan di stadion Jakabaring Palembang, ternyata pertandingan dilaksanakan di Gelora Bung Karno Senayan. Bak gayung bersambut, ada satu pertandingan yang dimainkan pada hari minggu yaitu Indonesia vs Singapura ( 13/11 ). Memang...suporter daerah macam saya ini hanya bisa menonton pertandingan pada hari libur saja karena terkendala oleh pekerjaan. Tanpa pikir panjang, saya langsung menghubungi sahabat saya di Jakarta dan bilang saya akan datang menonton partai tersebut.
Sebenarnya sudah jauh-jauh hari saya bercita-cita menonton langsung timnas Indonesia berlaga di GBK. Namun karena beberapa kendala, rencana tersebut selalu batal. Ketika berita di twitter tadi muncul, saya berkata pada diri sendiri..."saya harus berangkat!..bagaimanapun caranya."
Gelora Bung Karno bagi saya adalah sebuah tempat suci. Ya....sebuah "tempat ibadah" bagi kami para suporter sepakbola. Kalau boleh saya analogikan menurut kepercayaan saya.GBK seperti Gereja Basilika Santo Petrus di Vatikan. Dimana banyak umat Katolik di seluruh dunia ingin berkunjung ke sana untuk berziarah atau mengikuti misa hari besar seperti Paskah atau Natal. Sama halnya dengan GBK, banyak suporter ( khususnya dari luar daerah Jakarta ) yang ingin menyaksikan langsung timnas Indonesia bertanding di tempat itu. Saya sering mendengar dari teman-teman yang pernah ke sana, bagaimana atmosfernya yang begitu luar biasa. Bergabung dengan sekitar 80 ribu orang untuk mendukung para pahlawan lapangan hijau negara kita. Satu hal lagi yg membuat saya begitu ingin ke sana...bernyanyi lagu Indonesia Raya bersama dengan para pemain, pelatih, official, dan tentunya seluruh suporter yang hadir. Dan kali ini saya beruntung....akhirnya berkesempatan merasakan atmosfer tersebut.
Beberapa hari setelah itu, ada berita mengejutkan lagi. Ternyata dari pihak panitia INASOC mengajukan jadwal pertandingan sepakbola. Saya sempat khawatir, pertandingan yang tadinya jatuh hari minggu tadi akan bergeser ke hari kerja. Dan ternyata benar, partai Indonesia vs Singapura yang tadinya bermain pada hari minggu, diajukan pada hari Jumat. Tapi dengan diajukannya jadwal tersebut, malah menjadi berkah tersendiri bagi saya. Kenapa?..karena partai Indonesia vs Thailand yang sekiranya dimainkan pada hari selasa digeser menjadi hari Minggu!. Thailand merupakan salah satu musuh bebuyutan Indonesia ( selain Malaysia tentunya ). Saya ingat betul waktu Sea Games tahun 1997 di Jakarta, timnas Indonesia yang kala itu masih diperkuat generasi emas seperti Kurniawan DY, Aji Santoso, Anang Ma'ruf, Uston Nawawi dkk harus kalah di final dari Thailand (saat itu dilatih Peter Withe) lewat adu pinalti. Padahal dari babak penyisihan timnas Indonesia begitu superior, apalagi waktu membantai Malaysia 3-0. Sekarang mungkin peta kekuatan sepakbola di Asean lebih merata, namun Thailand tetaplah Thailand. Rajanya Asia Tenggara. Dan kita ketahui belakangan ini, pertandingan Indonesia vs Thailand kemarin adalah penentuan lolos / tidaknya timnas ke Semifinal. Saya beruntung lagi !.
Mulailah saya berkoordinasi dengan sahabat-sahabat saya di Jakarta. Kami merencanakan gathering sambil nobar. Karena kami malas untuk mengantri tiket, jadilah saya memesan tiket pertandingan lewat kaskus. Walaupun agak mahal & ribet, namun paling tidak ada kepastian bahwa kami akan mendapatkan tiket pertandingan. Dipilihlah tiket kategori 3 ( tribun belakang gawang). Selain alasan tiket yang cenderung terjangkau ( harga Rp. 50.000 ), tribun di belakang gawang konon mempunyai atmosfer yang paling hebat. Silakan disimak baik di sepakbola dalam negeri maupun di luar, karena disitulah biasanya berkumpul kelompok suporter yang paling fanatik. Walaupun mungkin dilihat dari sudut pandang penonton ke lapangan, tribun tersebut agak kurang nyaman..who cares??..yang saya cari adalah atmosfer dari pertandingan tersebut. Kalaupun pengen nonton enak, gak perlu saya jauh-jauh ke GBK, cukup jadi suporter layar kaca saja. Tiket kereta Semarang - Jakarta pp beres, akomodasi beres, tiket pertandingan beres...dan siaplah saya melakukan perjalanan spiritual sebagai suporter Indonesia ke Gelora Bung Karno..
Sebenarnya sudah jauh-jauh hari saya bercita-cita menonton langsung timnas Indonesia berlaga di GBK. Namun karena beberapa kendala, rencana tersebut selalu batal. Ketika berita di twitter tadi muncul, saya berkata pada diri sendiri..."saya harus berangkat!..bagaimanapun caranya."
Gelora Bung Karno bagi saya adalah sebuah tempat suci. Ya....sebuah "tempat ibadah" bagi kami para suporter sepakbola. Kalau boleh saya analogikan menurut kepercayaan saya.GBK seperti Gereja Basilika Santo Petrus di Vatikan. Dimana banyak umat Katolik di seluruh dunia ingin berkunjung ke sana untuk berziarah atau mengikuti misa hari besar seperti Paskah atau Natal. Sama halnya dengan GBK, banyak suporter ( khususnya dari luar daerah Jakarta ) yang ingin menyaksikan langsung timnas Indonesia bertanding di tempat itu. Saya sering mendengar dari teman-teman yang pernah ke sana, bagaimana atmosfernya yang begitu luar biasa. Bergabung dengan sekitar 80 ribu orang untuk mendukung para pahlawan lapangan hijau negara kita. Satu hal lagi yg membuat saya begitu ingin ke sana...bernyanyi lagu Indonesia Raya bersama dengan para pemain, pelatih, official, dan tentunya seluruh suporter yang hadir. Dan kali ini saya beruntung....akhirnya berkesempatan merasakan atmosfer tersebut.
Beberapa hari setelah itu, ada berita mengejutkan lagi. Ternyata dari pihak panitia INASOC mengajukan jadwal pertandingan sepakbola. Saya sempat khawatir, pertandingan yang tadinya jatuh hari minggu tadi akan bergeser ke hari kerja. Dan ternyata benar, partai Indonesia vs Singapura yang tadinya bermain pada hari minggu, diajukan pada hari Jumat. Tapi dengan diajukannya jadwal tersebut, malah menjadi berkah tersendiri bagi saya. Kenapa?..karena partai Indonesia vs Thailand yang sekiranya dimainkan pada hari selasa digeser menjadi hari Minggu!. Thailand merupakan salah satu musuh bebuyutan Indonesia ( selain Malaysia tentunya ). Saya ingat betul waktu Sea Games tahun 1997 di Jakarta, timnas Indonesia yang kala itu masih diperkuat generasi emas seperti Kurniawan DY, Aji Santoso, Anang Ma'ruf, Uston Nawawi dkk harus kalah di final dari Thailand (saat itu dilatih Peter Withe) lewat adu pinalti. Padahal dari babak penyisihan timnas Indonesia begitu superior, apalagi waktu membantai Malaysia 3-0. Sekarang mungkin peta kekuatan sepakbola di Asean lebih merata, namun Thailand tetaplah Thailand. Rajanya Asia Tenggara. Dan kita ketahui belakangan ini, pertandingan Indonesia vs Thailand kemarin adalah penentuan lolos / tidaknya timnas ke Semifinal. Saya beruntung lagi !.
Mulailah saya berkoordinasi dengan sahabat-sahabat saya di Jakarta. Kami merencanakan gathering sambil nobar. Karena kami malas untuk mengantri tiket, jadilah saya memesan tiket pertandingan lewat kaskus. Walaupun agak mahal & ribet, namun paling tidak ada kepastian bahwa kami akan mendapatkan tiket pertandingan. Dipilihlah tiket kategori 3 ( tribun belakang gawang). Selain alasan tiket yang cenderung terjangkau ( harga Rp. 50.000 ), tribun di belakang gawang konon mempunyai atmosfer yang paling hebat. Silakan disimak baik di sepakbola dalam negeri maupun di luar, karena disitulah biasanya berkumpul kelompok suporter yang paling fanatik. Walaupun mungkin dilihat dari sudut pandang penonton ke lapangan, tribun tersebut agak kurang nyaman..who cares??..yang saya cari adalah atmosfer dari pertandingan tersebut. Kalaupun pengen nonton enak, gak perlu saya jauh-jauh ke GBK, cukup jadi suporter layar kaca saja. Tiket kereta Semarang - Jakarta pp beres, akomodasi beres, tiket pertandingan beres...dan siaplah saya melakukan perjalanan spiritual sebagai suporter Indonesia ke Gelora Bung Karno..
- bersambung -
![]() |
| Peziarah Sepakbola |



0 komentar:
Posting Komentar