I don't know what we are. Sometimes I feel we're friends, sometimes I feel like a more than friends, but sometimes I feel like I'm just stranger to you.
The most things that I hate so much is you can see me right here, starring at you and talking too much about something that I hate so.
But you've not understand yet what I've done to you about these days. But I guess, it's more than not understand yet.
You just can't do it!!!...
Someday when you begin to miss me, just remember that I'm leaving because you never asked me to stay.
skip to main |
skip to sidebar
Saya membuat program Sistem Pengukuran Berat Badan. Di program tersebut terdapat 3 Menu utama yaitu : Pengukuran Berat Badan Secara Konvensional , Sistem Pengukuran Berat Badan berdasarkan BMI ( Body Mass Index) dan Diet menurut golongan darah. Untuk membuat program tersebut relatif sederhana, saya Cuma memakai Statement Kondisi “If..else..” dan memakai perulangan ” Do..while..” . Dengan sedikit bermain locate dan color akhirnya jadilah program tersebut. Mungkin letak ke-ribetannya ada pada pengaturan locate dan tulisan (terlebih pada skrip menu Diet menurut Golongan darah).

Buat yang tertarik untuk melihat program ini bisa di download lewat link yang ada di bawah.
http://rapidshare.com/files/341155552/PRGRMFIX.zip.html
Pages
Selasa, 28 Juni 2011
Sabtu, 25 Juni 2011
Kebutuhan Pribadi
Banyak pasangan yang gagal mempertahankan hubungannya hanya karena soal sepele: pasangannya tidak sempurna. Padahal, kalau (misalnya) sang pria sempurna, apa lagi yang dapat wanita lakukan? Di sinilah pangkal dari masalah tersebut, memandang pacaran atau pernikahan sebagai kebutuhan sosial, bukan pribadi, hanya lifestyle yang bisa dipamerkan dan menolak ketaksempurnaan.
Nobody’s perfect, tak ada orang yang sempurna. Ungkapan itu bukan hanya digunakan sebagai pepatah dalam iklan kosmetik atau judul lagu, melainkan harus dapat menjadi pandangan hidup untuk memahami kelemahan orang lain. Termasuk calon pasangan hidup.
Arti maupun realitas ungkapan nobody’s perfect ini sangat tepat untuk mengingatkan setiap manusia agar selalu bersikap wajar, apa adanya, dan menerima orang lain seadanya. Pepatah itu sangat berarti untuk menggambarkan bahwa tak ada manusia di muka bumi ini yang diciptakan sempurna. Begitu juga untuk urusan cinta.
Misalkan saja dalam memilih pasangan. Kebanyakan dari kita terlalu tinggi menetapkan kriteria calon pasangan maupun pendamping hidup. Hal utama yang harus dilihat baik-baik justru diri sendiri. Sudah seperti apa diri kita sekarang? Makin baikkah? Atau malah kian tak karuan?. Jangan menuntut orang lain sempurna jika kita tak dapat menyempurnakan diri sendiri. Misalnya saja ada seorang wanita yang menyukai seorang pemuda, tapi karena faktor fisik –yaitu ia tak tampan dan kaya, seperti pencitraan lelaki dalam sinetron, lalu usahanya untuk berkenalan atau menumbuhkan kasih sayang, dihindari bahkan ditolak. Sekarang ini banyak dari kita yang berusaha mendapatkan pasangan dengan tingkat intelejensia maupun materinya tak terpaut terlalu jauh. Memang wajar jika semua pihak menginginkan yang terbaik untuk mereka, apalagi untuk masa depan. Wajar saja jika selektif memilih pasangan, malah wajib dilakukan agar tak salah pilih dan menyesal di kemudian hari. Setiap orang pasti menginginkan pasangannya mempunyai penampilan fisik bagus, wajah yang tampan, bentuk badan atletis dan kaya. Tapi tanyakan dalam hati, apakah dia benar-benar kriteria pasanganmu? Jika hatimu menginginkan orang yang biasa saja, bersahaja, dan merasa lebih nyaman dengan itu, kenapa harus memaksakan diri dengan hal-hal seperti itu? Memiliki pacar, kekasih, suami atau istri, adalah kebutuhan pribadi, bukan kebutuhan sosial, yang menyangkut gaya hidup. Karena kebutuhan pribadi, kita lah yang paling tahu siapa yang kita inginkan. Bukan orang lain, orang tua atau teman-tetangga kita.
Intinya...semua itu dapat dikembalikan ke pertanyaan pertama: tanyakanlah pada hati kecil kita, karena hati kita lah hakim yang paling baik.
Nobody’s perfect, tak ada orang yang sempurna. Ungkapan itu bukan hanya digunakan sebagai pepatah dalam iklan kosmetik atau judul lagu, melainkan harus dapat menjadi pandangan hidup untuk memahami kelemahan orang lain. Termasuk calon pasangan hidup.
Arti maupun realitas ungkapan nobody’s perfect ini sangat tepat untuk mengingatkan setiap manusia agar selalu bersikap wajar, apa adanya, dan menerima orang lain seadanya. Pepatah itu sangat berarti untuk menggambarkan bahwa tak ada manusia di muka bumi ini yang diciptakan sempurna. Begitu juga untuk urusan cinta.
Misalkan saja dalam memilih pasangan. Kebanyakan dari kita terlalu tinggi menetapkan kriteria calon pasangan maupun pendamping hidup. Hal utama yang harus dilihat baik-baik justru diri sendiri. Sudah seperti apa diri kita sekarang? Makin baikkah? Atau malah kian tak karuan?. Jangan menuntut orang lain sempurna jika kita tak dapat menyempurnakan diri sendiri. Misalnya saja ada seorang wanita yang menyukai seorang pemuda, tapi karena faktor fisik –yaitu ia tak tampan dan kaya, seperti pencitraan lelaki dalam sinetron, lalu usahanya untuk berkenalan atau menumbuhkan kasih sayang, dihindari bahkan ditolak. Sekarang ini banyak dari kita yang berusaha mendapatkan pasangan dengan tingkat intelejensia maupun materinya tak terpaut terlalu jauh. Memang wajar jika semua pihak menginginkan yang terbaik untuk mereka, apalagi untuk masa depan. Wajar saja jika selektif memilih pasangan, malah wajib dilakukan agar tak salah pilih dan menyesal di kemudian hari. Setiap orang pasti menginginkan pasangannya mempunyai penampilan fisik bagus, wajah yang tampan, bentuk badan atletis dan kaya. Tapi tanyakan dalam hati, apakah dia benar-benar kriteria pasanganmu? Jika hatimu menginginkan orang yang biasa saja, bersahaja, dan merasa lebih nyaman dengan itu, kenapa harus memaksakan diri dengan hal-hal seperti itu? Memiliki pacar, kekasih, suami atau istri, adalah kebutuhan pribadi, bukan kebutuhan sosial, yang menyangkut gaya hidup. Karena kebutuhan pribadi, kita lah yang paling tahu siapa yang kita inginkan. Bukan orang lain, orang tua atau teman-tetangga kita.
Intinya...semua itu dapat dikembalikan ke pertanyaan pertama: tanyakanlah pada hati kecil kita, karena hati kita lah hakim yang paling baik.
Jumat, 29 Januari 2010
Happiness Only Real When Shared..
Happiness Only Real When Shared....
Kebetulan kata-kata ini menjadi judul Blog saya. Kata-kata ini saya kutip dari seorang tokoh bernama Christoper James McCandless. Memang terdengar agak asing bagi orang-orang awam, tapi bagi yang pernah menonton film Into The Wild pasti tahu siapa Chris McCandless itu. Dia adalah seorang pemuda dengan idealis yang tinggi, melakukan perjalanan dari kota Atlanta,Georgia menuju ke Alaska yang hanya bermodalkan tas besar berisi keperluan pribadinya tanpa uang, dan Id card. Pemuda idealis ini memilih jalan hidup ekstrim disebabkan oleh rasa benci terhadap perbedaan status sosial dimana antara yang kaya dan yang miskin sangat jauh sekali, ditambah latar belakang keluarganya yang tidak begitu bagus. Mempunyai ayah yang berwatak keras membuat Chris menjadi seorang pemberontak.

Dalam perjalanannya Chris menggunakan nama samaran yaitu Alexander Supertramp agar keberadaannya tidak bisa dilacak oleh keluarganya. Sampai pada suatu waktu dia bertemu dengan Wayne si pemilik ladang gandum. Chris bekerja di ladang tersebut sambil belajar dari Jim bagaimana cara bisa bertahan melawan cuaca dingin di Alaska. Setelah beberapa saat bekerja di tempat Wayne, Chris benar- benar memutuskan untuk melakukan perjalanan seorang diri menuju Alaska. Dengan berbekal senapan untuk berburu, dan beberapa buku tentang ensiklopedi tumbuh-tumbuhan dia memulai petualangannya di Alaska. Ada hal lucu yang terjadi di Alaska, Chris menemukan sebuah Bus sekolah yang tidak tahu darimana asal-usulnya, dan di dalam Bus itu pula dia menghabiskan hidupnya ( sampai meninggal ). Selama Chris tinggal di Alaska, tiap harinya dia menceritakan petualangannya ke dalam sebuah buku harian. Sampai pada suatu saat, bahan makanan Chris habis, dia pun mencoba mencari tumbuh2an liar yang dapat dimakan. Sialnya dia salah memakan satu tumbuhan yang mengakibatkan dia keracunan dan akhirnya meninggal dalam Bus tersebut. Sebelum meninggal, diceritakan Chris menulis sebuah kata yaitu “ Happiness Only Real When Shared “, disitu digambarkan pergumulan hatinya, ketika menyadari bahwa semua kebahagiaannya selama di Alaska hanya semu, tanpa kehadiran orang-orang yang didekatnya.
Saya benar-benar terinspirasi oleh kata-kata tersebut. Buat saya, berada di sekitar orang-orang yang kita sayang adalah suatu nilai yang sangat berharga . Apalagi bila saya bisa menularkan kebahagiaan ke mereka. Ketika saya sedang bahagia, saya akan lebih senang bila orang-orang di sekitar saya juga ikut berbahagia. Hal itu menjadi latar belakang, mengapa saya memberi judul Blog saya dengan kata-kata tersebut. Harapan saya, apa yang saya tulis dan postingkan di Blog ini bisa memberikan sebuah kebahagiaan atau perasaan senang bagi yang membaca.
Kebetulan kata-kata ini menjadi judul Blog saya. Kata-kata ini saya kutip dari seorang tokoh bernama Christoper James McCandless. Memang terdengar agak asing bagi orang-orang awam, tapi bagi yang pernah menonton film Into The Wild pasti tahu siapa Chris McCandless itu. Dia adalah seorang pemuda dengan idealis yang tinggi, melakukan perjalanan dari kota Atlanta,Georgia menuju ke Alaska yang hanya bermodalkan tas besar berisi keperluan pribadinya tanpa uang, dan Id card. Pemuda idealis ini memilih jalan hidup ekstrim disebabkan oleh rasa benci terhadap perbedaan status sosial dimana antara yang kaya dan yang miskin sangat jauh sekali, ditambah latar belakang keluarganya yang tidak begitu bagus. Mempunyai ayah yang berwatak keras membuat Chris menjadi seorang pemberontak.

Dalam perjalanannya Chris menggunakan nama samaran yaitu Alexander Supertramp agar keberadaannya tidak bisa dilacak oleh keluarganya. Sampai pada suatu waktu dia bertemu dengan Wayne si pemilik ladang gandum. Chris bekerja di ladang tersebut sambil belajar dari Jim bagaimana cara bisa bertahan melawan cuaca dingin di Alaska. Setelah beberapa saat bekerja di tempat Wayne, Chris benar- benar memutuskan untuk melakukan perjalanan seorang diri menuju Alaska. Dengan berbekal senapan untuk berburu, dan beberapa buku tentang ensiklopedi tumbuh-tumbuhan dia memulai petualangannya di Alaska. Ada hal lucu yang terjadi di Alaska, Chris menemukan sebuah Bus sekolah yang tidak tahu darimana asal-usulnya, dan di dalam Bus itu pula dia menghabiskan hidupnya ( sampai meninggal ). Selama Chris tinggal di Alaska, tiap harinya dia menceritakan petualangannya ke dalam sebuah buku harian. Sampai pada suatu saat, bahan makanan Chris habis, dia pun mencoba mencari tumbuh2an liar yang dapat dimakan. Sialnya dia salah memakan satu tumbuhan yang mengakibatkan dia keracunan dan akhirnya meninggal dalam Bus tersebut. Sebelum meninggal, diceritakan Chris menulis sebuah kata yaitu “ Happiness Only Real When Shared “, disitu digambarkan pergumulan hatinya, ketika menyadari bahwa semua kebahagiaannya selama di Alaska hanya semu, tanpa kehadiran orang-orang yang didekatnya.
Saya benar-benar terinspirasi oleh kata-kata tersebut. Buat saya, berada di sekitar orang-orang yang kita sayang adalah suatu nilai yang sangat berharga . Apalagi bila saya bisa menularkan kebahagiaan ke mereka. Ketika saya sedang bahagia, saya akan lebih senang bila orang-orang di sekitar saya juga ikut berbahagia. Hal itu menjadi latar belakang, mengapa saya memberi judul Blog saya dengan kata-kata tersebut. Harapan saya, apa yang saya tulis dan postingkan di Blog ini bisa memberikan sebuah kebahagiaan atau perasaan senang bagi yang membaca.
Selamat membaca….
Selasa, 26 Januari 2010
My First Program
Akhirnya setelah belajar selama kurang lebih 1 bulan, bisa juga membuat program sederhana dengan menggunakan QBasic. QBasic adalah salah satu bahasa pemrograman BASIC yang dibuat oleh Microsoft Cooperation. QBasic ini juga implementasi dari ilmu Algoritma yang saya dapat. Memang program yang saya buat termasuk program yang sangat sederhana, tapi ada rasa kepuasan tersendiri karena Program ini adalah program pertama saya .
Buat yang tertarik untuk melihat program ini bisa di download lewat link yang ada di bawah.
http://rapidshare.com/files/341155552/PRGRMFIX.zip.html
Social Icons
Featured Posts
About Me
- Valentinus Widyatmoko
- I write to taste life twice, in the moment and in retrospect.
Blog Archive
Blog Walker
Diberdayakan oleh Blogger.

